Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PPG » DALJAB » PPG Prajabatan vs PPG Dalam Jabatan 2025

PPG Prajabatan vs PPG Dalam Jabatan 2025

Tahun 2025 menjadi tahun penting bagi guru yang ingin meningkatkan kompetensi melalui PPG Prajabatan dan PPG Dalam Jabatan. Banyak guru yang masih bingung perbedaan kedua program ini serta bagaimana strategi untuk sukses.

Artikel ini akan membahas:

  • Perbedaan mendasar antara PPG Prajabatan dan Dalam Jabatan
  • Tantangan yang dihadapi guru di masing-masing jalur
  • Tips membuat jurnal, modul, dan video pembelajaran
  • Strategi sukses menghadapi UKMPPG

 Perbedaan PPG Prajabatan dan PPG Dalam Jabatan

AspekPPG PrajabatanPPG Dalam Jabatan
PesertaCalon guru baru, lulusan S1 atau S2 yang belum mengajarGuru aktif, baik PNS maupun non-PNS
TujuanMempersiapkan calon guru menjadi profesionalMeningkatkan kompetensi guru yang sudah mengajar
Jenis UjianUKMPPG dan asesmen awalUKMPPG, refleksi profesional, penilaian kinerja
Modul & JurnalFokus pada dasar pedagogikFokus pada praktik di kelas, modul pengembangan, jurnal reflektif

Catatan: Guru honorer yang ingin meningkatkan karier biasanya mengikuti PPG Dalam Jabatan, sedangkan calon guru baru mengikuti PPG Prajabatan.

 Tantangan Guru dalam PPG

1. PPG Prajabatan

  • Belum memiliki pengalaman mengajar → sulit membuat jurnal praktis
  • Adaptasi dengan kurikulum baru
  • Tekanan menghadapi UKMPPG pertama kali

2. PPG Dalam Jabatan

  • Waktu terbatas karena masih mengajar
  • Membuat modul dan video pembelajaran sambil mengelola kelas
  • Menulis jurnal reflektif yang sesuai standar penilaian

Tips Mengatasi Tantangan:

  • Manajemen waktu: buat jadwal mingguan untuk belajar dan menyelesaikan tugas PPG
  • Gunakan pengalaman sehari-hari sebagai bahan jurnal
  • Bergabung dengan komunitas guru untuk berbagi tips dan modul

 Membuat Jurnal PPG yang Profesional

Jurnal adalah bukti refleksi profesional guru. Baik di Prajabatan maupun Dalam Jabatan, guru harus membuat jurnal secara sistematis.

Struktur Jurnal:

  1. Latar Belakang Masalah: Jelaskan kondisi kelas, tantangan belajar siswa.
  2. Tindakan Guru: Langkah konkret yang dilakukan untuk mengatasi masalah.
  3. Refleksi: Evaluasi metode mengajar, interaksi, dan strategi pembelajaran.
  4. Kesimpulan dan Rencana Tindak Lanjut: Apa yang akan diperbaiki di kelas berikutnya.

Tips Tambahan:

  • Sertakan contoh nyata dari pengalaman mengajar.
  • Gunakan bahasa formal tapi tetap humanis.
  • Update jurnal setiap minggu untuk menghindari pekerjaan menumpuk.

Contoh Praktis:
Seorang guru Bahasa Indonesia di Sulawesi menulis jurnal tentang cara meningkatkan partisipasi siswa dalam diskusi kelas. Ia menambahkan video pendek sebagai dokumentasi kegiatan, yang menjadi nilai tambah bagi penilaian PPG.

 Modul Pembelajaran PPG

Modul pembelajaran membantu guru menyiapkan materi ajar yang terstruktur dan menarik.

Cara Membuat Modul Efektif:

  • Gunakan media visual (gambar, diagram, infografis) untuk mempermudah pemahaman siswa.
  • Sisipkan contoh kegiatan praktis yang relevan.
  • Buat versi digital agar mudah dibagikan kepada siswa dan mentor PPG.
  • Revisi modul berdasarkan feedback dari mentor atau teman sejawat.

Pengalaman Guru:
Guru IPA di Kalimantan membuat modul praktikum sederhana menggunakan bahan mudah didapat di sekolah. Modul ini memudahkan siswa memahami konsep eksperimen dan diaplikasikan di kelas dengan sukses.

 Video Pembelajaran sebagai Portofolio

Video pembelajaran menjadi bagian penting dalam penilaian PPG.

Tips Membuat Video Berkualitas:

  • Durasi 3–5 menit, fokus pada inti materi.
  • Gunakan tripod atau penyangga untuk kestabilan video.
  • Tambahkan quiz interaktif atau pertanyaan untuk siswa.
  • Review kualitas audio dan visual sebelum mengunggah.

Manfaat Video:

  • Bisa digunakan sebagai bahan penilaian.
  • Menjadi portofolio digital guru.
  • Media belajar yang fleksibel dan modern.

Cerita Inspiratif:
Seorang guru honorer membuat video eksperimen kimia sederhana di rumah. Video ini menjadi salah satu penilaian tertinggi dalam PPG dan diunggah ke platform sekolah sebagai media belajar interaktif.

 Persiapan UKMPPG

UKMPPG adalah ujian akhir yang menguji kompetensi pedagogik, profesional, dan manajerial guru.

Strategi Sukses:

  • Buat ringkasan materi penting dari modul PPG.
  • Latihan soal dari UKMPPG tahun sebelumnya.
  • Ikuti simulasi ujian CAT online.
  • Jaga kesehatan fisik dan mental: tidur cukup, pola makan sehat, dan olahraga ringan.

Pengalaman Nyata:
Seorang guru honorer di Jawa Tengah gagal di UKMPPG pertama kali. Setelah membentuk kelompok belajar dengan teman sejawat dan mengikuti mentoring online, ia berhasil lulus di percobaan kedua.

 Manajemen Waktu dan Motivasi

Guru yang mengikuti PPG sering merasa kewalahan karena harus mengajar sambil menyiapkan modul, jurnal, dan video.

Tips Manajemen Waktu:

  • Buat jadwal mingguan untuk menyelesaikan jurnal, modul, dan video.
  • Gunakan teknik Pomodoro untuk fokus belajar 25 menit, istirahat 5 menit.
  • Prioritaskan tugas sesuai tenggat.

Motivasi:

  • Ingat tujuan mengikuti PPG: meningkatkan kompetensi, pengakuan profesional, dan peluang karier.
  • Bergabung dengan komunitas guru online untuk dukungan moral dan tips praktis.

 Kesimpulan

Baik PPG Prajabatan maupun Dalam Jabatan memiliki tantangan dan manfaat masing-masing. Guru harus fokus pada:

  • Dokumen administrasi lengkap
  • Jurnal reflektif yang sistematis
  • Modul pembelajaran yang menarik
  • Video pembelajaran kreatif
  • Persiapan UKMPPG dengan strategi matang

Dengan konsistensi, motivasi, dan dukungan komunitas, guru dapat berhasil lulus PPG dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengalaman ini juga menjadi portofolio profesional yang berharga bagi guru Indonesia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less